Di sebuah rumah tua peninggalan zaman Belanda di daerah Salatiga, tinggal seorang mahasiswa bernama Raka yang menyewa kamar untuk kos. Kamar itu luas, sepi, dan cukup murah. Tapi ada satu benda aneh yang selalu mengganggu pikirannya—sebuah lemari kayu jati tua yang tidak bisa dipindahkan karena terlalu berat dan konon katanya sudah ada di rumah itu sejak zaman kolonial.
Malam pertama, Raka tidur nyenyak. Tapi mulai malam kedua, dia mendengar bunyi lemari berderit setiap pukul 2 pagi. Saat dicek, lemari tetap tertutup. Ia pikir tikus besar atau suara kayu tua biasa.
Malam keempat, suara itu makin jelas. Bukan hanya derit... tapi suara bisikan lirih dari dalam lemari. Seperti perempuan menangis... pelan... tapi terus-menerus.
Ketika Raka mendekat dan menyentuh gagang lemari itu, dinginnya seperti es. Ia memberanikan diri untuk membukanya...
Kosong.
Tapi ada bekas cakaran hitam panjang di bagian dalam pintu lemari, seperti dari kuku manusia... atau sesuatu yang lain.
Setelah itu, tiap malam makin sering terdengar suara yang memanggil namanya: "Raka... buka pintunya..."
Sampai suatu malam, Raka benar-benar membuka lemari itu...
Dan tidak pernah keluar lagi.
Pemilik kos menemukan kamarnya kosong keesokan paginya, tapi lemari itu... terbuka sedikit, dengan sehelai rambut panjang tersangkut di sudut pintunya.
