Episode 1: Suara dari Kamar Kosong
Di sebuah kota kecil, ada kompleks kos tua bernama Blok C, yang terkenal di kalangan mahasiswa karena murahnya. Namun, hampir semua penghuni tahu satu hal: jangan tempati kamar nomor 7.
Dita, mahasiswi rantau dari luar pulau, baru saja pindah ke kota itu. Karena kepepet dana, ia menerima tawaran kamar paling murah — kamar nomor 7. Ia tak tahu bahwa kamar itu sudah lama kosong. Penjaga kos hanya berkata, “Kalau malam, jangan buka pintu, ya. Walau ada yang ketuk.”
Awalnya semua normal. Tapi malam pertama, tepat jam 2 pagi, Dita terbangun karena suara ketukan pelan di pintu.
Tok... Tok... Tok...
Ia mengintip melalui lubang kecil — tak ada siapa-siapa. Ia berpikir itu hanya suara dari kamar sebelah. Tapi ketukan itu terjadi lagi di malam kedua... dan ketiga. Suaranya makin keras, dan kali ini... terdengar bisikan.
"Buka... Aku kedinginan..."
"Buka... Aku sudah kembali..."
Dita mulai takut dan mencoba menanyakan ke penghuni lain. Seorang tetangga akhirnya memberitahu:
“Dulu, ada gadis yang tinggal di kamar itu. Ia hilang tanpa jejak. Malam sebelum hilang, ia mengeluh selalu ada yang mengetuk pintunya jam 2 pagi. Sama persis seperti kamu.”
Dita kini sadar… ia tinggal di kamar yang menyimpan jejak arwah penasaran.
π©Έ Episode 2: Jangan Buka Pintu Itu...
Malam keempat.
Jam 2 pagi.
Suara ketukan itu kembali, lebih keras. Kali ini, Dita mendekat perlahan ke pintu. Jantungnya berpacu cepat. Tangannya gemetar ketika ia mengintip.
Kosong.
Tapi... suara bisikan itu muncul lagi. Kali ini lebih jelas dan menyerupai tangisan seorang perempuan:
"Aku... terkunci di sini... bukakan pintunya... Aku masih di dalam kamar ini..."
Dita mundur. Tapi tiba-tiba, pintu terbuka sendiri perlahan. Celah pintu menganga, memperlihatkan lorong gelap di luar.
Dari balik bayangan, sesosok tubuh perempuan berdiri — pucat, rambut panjang menutupi wajah, mengenakan baju tidur lusuh. Matanya hitam pekat. Ia menatap Dita dan berkata:
"Kamu yang gantikan aku... sekarang."
Dita berteriak dan berusaha menutup pintu. Tapi seolah tak punya tenaga, tubuhnya berat. Ia pingsan di lantai.
π©Έ Episode 3 (Akhir): Kamar 7 Tak Pernah Kosong
Dita terbangun pagi harinya di puskesmas. Tetangga kos menemukan ia tak sadarkan diri dengan cakar panjang di lengan dan lehernya.
Ia segera memutuskan pindah. Namun sebelum keluar, Dita melihat kamar nomor 7... kini tertutup rapat dan dipaku dari luar. Di pintunya, tertulis tulisan baru yang mengerikan:
“Sudah ada yang baru. Jangan diganggu.”
Beberapa minggu kemudian, seorang mahasiswa baru datang, tertarik dengan harga murah kos Blok C...
Dan penjaga kos kembali berkata:
“Yang penting, jangan buka pintu kalau malam, ya... Walau ada yang ketuk.”