Ceritaseramdulu,Alas Purwo - Malam itu, Andi, seorang fotografer alam, memutuskan untuk mengeksplorasi keindahan Alas Purwo. Ia mendengar banyak cerita tentang keangkeran hutan ini, namun rasa penasaran dan hasratnya untuk mengabadikan keindahan alam nya mengabaikan peringatan dari penduduk setempat.
"Jangan keluar dari jalur utama, Mas. Kalau ada yang aneh, langsung balik," pesan seorang warga desa sebelum Andi memasuki kawasan hutan.
Dengan kamera di tangan, Andi mulai menjelajahi hutan. Suasana di dalam Alas Purwo sangat sunyi. Hanya suara daun yang bergesekan dan kicauan burung malam yang menemani langkahnya. Namun, semakin jauh ia melangkah, suasana menjadi semakin mencekam. Udara terasa berat, dan Andi merasa seperti ada yang mengawasinya.
Saat malam mulai larut, Andi menemukan sebuah gua yang tampak seperti belum pernah dijamah manusia. Ia memutuskan untuk berhenti dan mengambil beberapa foto. Namun, saat ia memeriksa hasil jepretannya, ada sesuatu yang aneh. Dalam salah satu foto, terlihat bayangan samar menyerupai sosok wanita berambut panjang berdiri di belakangnya. Padahal, ia yakin tidak ada siapa pun di sana.
Merasa tidak nyaman, Andi segera membereskan peralatannya dan bersiap untuk kembali. Namun, jalan yang ia lalui sebelumnya tiba-tiba tidak lagi terlihat. Ia seperti terjebak di tengah hutan yang asing. Andi mencoba tetap tenang dan berjalan mengikuti instingnya. Namun, semakin ia berjalan, semakin ia merasa seperti berputar-putar di tempat yang sama.
Tiba-tiba, ia mendengar suara gamelan yang sayup-sayup terdengar dari kejauhan. Suara itu terasa sangat nyata, tetapi anehnya, tidak ada tanda-tanda kehidupan di sekitarnya. Dengan rasa takut yang semakin memuncak, Andi memutuskan untuk berhenti dan berdoa, berharap ada pertolongan.
Tak lama setelah itu, seorang pria tua dengan pakaian serba putih muncul dari balik pepohonan. "Nak, kamu tidak seharusnya berada di sini," kata pria itu dengan suara lembut namun tegas. Pria tersebut mengarahkan Andi untuk mengikuti jalannya tanpa bertanya apa pun.
Setelah berjalan beberapa waktu, Andi tiba-tiba menemukan dirinya kembali di jalur utama hutan, tempat ia memulai perjalanannya. Ketika ia berbalik untuk mengucapkan terima kasih, pria tua itu sudah menghilang tanpa jejak.
Andi kembali ke desa dengan tubuh gemetar. Ketika ia menceritakan pengalamannya kepada warga, mereka hanya mengangguk sambil berkata, "Kamu beruntung. Tidak semua orang bisa keluar dengan selamat dari hutan itu."
Sejak kejadian itu, Andi bersumpah untuk tidak lagi mengabaikan peringatan tentang tempat-tempat yang dianggap sakral. Ia juga merasa bahwa pengalaman tersebut adalah pengingat untuk selalu menghormati alam dan dunia yang tak kasat mata.

