π‘Ίπ™€π‘³π˜Όπ‘΄π˜Όπ‘» π‘«π˜Όπ‘»π˜Όπ‘΅π™‚ π˜Ώπ‘° π‘―π™Šπ‘Ήπ™Šπ‘Ήπ™”π‘Όπ™† π™π‘¨π™Žπ‘¨π™†π‘¨π™‰ π™Žπ‘¬π™‰π‘Ίπ˜Όπ‘Ίπ™„ π™ˆπ‘¬π™π‘°π™‰π‘«π™„π‘΅π™‚ π˜Ώπ‘¨π™‰ π™‰π‘¨π™ˆπ‘©π˜Όπ‘― π‘·π™€π‘΄π˜Όπ‘―π˜Όπ‘΄π˜Όπ‘΅ π‘²π˜Όπ‘³π™„π‘¨π™‰ π™π‘¬π™‰π‘»π˜Όπ‘΅π™‚ π™‡π‘¬π™‚π‘¬π™‰π‘«π˜Ό

Klik (x) untuk menutup
BONUS FREE 20 K HANYA DI PEDRO4D , 100 % DI JAMIN JACKPOT

Tuesday, August 26, 2025

Penghuni Belakang

 



Andi baru saja pindah ke rumah kontrakan kecil di pinggiran kota. Rumah itu murah sekali, jauh lebih murah daripada harga pasaran. Pemilik rumah hanya berpesan:

"Jangan buka pintu belakang setelah tengah malam."

Malam pertama, sekitar pukul 1 dini hari, Andi terbangun karena terdengar suara ketukan dari pintu belakang dapur. Pelan, tapi terus-menerus: tok... tok... tok...

Ia mencoba mengabaikannya. Namun lama-lama, suara itu berubah jadi seperti cakar yang menggesek kayu. Rasa penasaran membuatnya nekat melangkah ke dapur. Dari bawah pintu, terlihat bayangan kaki—tapi jumlahnya lebih dari dua, seolah banyak orang berdiri di luar.

Tiba-tiba, dari sela-sela pintu, terdengar suara serak:

"Kami masih di sini... buka... dingin sekali di luar..."

Andi mundur perlahan, ketakutan. Ia segera kembali ke kamar, menutup telinga dengan bantal. Namun beberapa menit kemudian, ketukan itu berpindah ke jendela kamarnya. Saat menoleh, ia melihat sosok pucat dengan wajah kosong menempel di kaca, tersenyum lebar.

Besok paginya, ia tanya tetangga sebelah. Orang itu hanya menatapnya lama, lalu berkata:

"Kamu berani tidur semalam? Penghuni lama saja kabur karena mereka... yang di belakang rumah itu."

No comments:

Post a Comment

Mereka ada dimana-mana

Penghuni Belakang

  Andi baru saja pindah ke rumah kontrakan kecil di pinggiran kota. Rumah itu murah sekali, jauh lebih murah daripada harga pasaran. Pemili...