HororYuk - Ada sebuah gunung yang terkenal karena keindahan puncaknya, tetapi juga memiliki cerita menyeramkan yang sudah menjadi legenda. Gunung itu disebut "Gunung Bayangan" oleh penduduk setempat, karena banyak pendaki yang mengaku melihat sosok misterius di jalur pendakian.
Suatu hari, sekelompok sahabat—Rian, Maya, Dimas, dan Tika—memutuskan untuk mendaki gunung itu. Mereka ingin membuktikan bahwa cerita horor hanyalah mitos belaka. Perjalanan dimulai dengan lancar, udara segar dan pemandangan hijau menemani langkah mereka. Namun, saat mereka mendekati pos terakhir sebelum puncak, suasana berubah.
Udara terasa lebih dingin dari biasanya, meski matahari masih bersinar. Maya tiba-tiba berhenti dan berkata, "Kalian dengar itu?" Semua terdiam. Hanya suara angin yang terdengar. "Aku yakin ada yang memanggil namaku," tambah Maya dengan wajah pucat.
Mereka mencoba mengabaikan perasaan aneh itu dan melanjutkan perjalanan. Namun, saat malam tiba dan mereka mendirikan tenda, kejadian menyeramkan mulai terjadi. Tika, yang sedang keluar untuk mengambil kayu bakar, kembali dengan wajah ketakutan. "Aku melihat seseorang berdiri di dekat jurang! Tapi saat aku mendekat, dia menghilang!"
Malam itu, mereka mendengar suara langkah kaki mengelilingi tenda mereka, meski tidak ada orang lain di sekitar. Suara itu berhenti tepat di depan pintu tenda. Dengan gemetar, Dimas membuka ritsleting tenda, tetapi tidak ada siapa pun di luar—hanya kabut tebal yang anehnya berbau busuk.
Keesokan paginya, mereka melanjutkan perjalanan ke puncak. Saat mencapai puncak, Rian melihat sesuatu yang membuat darahnya membeku. Di tepi puncak, ada seorang wanita berpakaian putih lusuh, berdiri membelakangi mereka. "Hei! Jangan berdiri terlalu dekat dengan jurang!" teriak Rian.
Wanita itu perlahan berbalik. Wajahnya pucat, dengan mata kosong dan senyum menyeramkan. Sebelum mereka sempat bergerak, wanita itu berbisik pelan, "Kenapa kalian datang ke tempatku?" Lalu, tubuhnya menghilang di udara seperti kabut.
Ketakutan, mereka langsung turun tanpa menoleh ke belakang. Sesampainya di desa, penduduk mengatakan bahwa wanita itu adalah arwah seorang pendaki yang jatuh di puncak bertahun-tahun lalu. "Dia suka mengikuti pendaki yang terlalu penasaran," kata seorang warga tua.
Sejak hari itu, mereka bersumpah tidak akan pernah mendaki gunung itu lagi. Namun, saat mereka pulang, Maya menemukan sesuatu di dalam ranselnya—sebuah batu kecil dengan tulisan, "Sampai jumpa lagi..."

