Ceritaseramdulu,Banten - Di sebuah universitas tua yang sudah berdiri lebih dari seabad, terdapat sebuah gedung fakultas yang jarang digunakan. Gedung itu, Gedung Arjuna, terkenal sebagai tempat yang angker. Sebagian besar mahasiswa menghindarinya, terutama saat malam hari. Namun, beberapa kelas malam tetap diadakan di sana karena keterbatasan ruang.
Suatu malam, Rina, seorang mahasiswa tingkat akhir, harus mengikuti kelas tambahan karena absen sebelumnya. Kelas itu dijadwalkan pukul 8 malam di ruangan 404, lantai tertinggi Gedung Arjuna. Saat tiba, gedung itu terasa sunyi, hanya suara langkah kakinya yang bergema di lorong panjang.
Ketika Rina membuka pintu ruangan, ia melihat seorang dosen berpenampilan rapi, mengenakan jas hitam dengan rambut yang disisir rapi. Dosen itu memperkenalkan dirinya sebagai Pak Darmawan, dosen pengganti. "Silakan duduk. Kita mulai tepat waktu," katanya dengan suara tenang namun dingin.
Rina memperhatikan bahwa ia satu-satunya mahasiswa di kelas itu. "Yang lain mana, Pak?" tanyanya. Pak Darmawan hanya tersenyum tipis dan berkata, "Mereka akan datang nanti." Tanpa banyak pikir, Rina duduk di barisan depan.
Pak Darmawan mulai menjelaskan materi dengan sangat detail. Suaranya tenang, tetapi ada sesuatu yang aneh. Setiap kali Rina mencoba mencatat, ia merasa seolah-olah tulisan di papan tulis berubah menjadi simbol-simbol aneh yang tidak ia mengerti. Ruangan itu juga terasa semakin dingin, meskipun semua jendela tertutup rapat.
Tiba-tiba, lampu di ruangan berkedip-kedip. Rina mencoba menenangkan diri, tetapi ia merasa ada sesuatu yang salah. Saat ia menoleh ke belakang, ruangan itu kosong—tidak ada siapa pun selain dirinya dan Pak Darmawan.
"Rina, kamu harus fokus," kata Pak Darmawan sambil menatapnya tajam. Matanya terlihat merah menyala sesaat sebelum kembali normal. Rina terdiam, merasa tubuhnya kaku. Ia ingin lari, tetapi kakinya tidak bisa digerakkan.
Saat jam menunjukkan pukul 9 malam, bel berbunyi. Pak Darmawan tersenyum dan berkata, "Kelas selesai. Sampai jumpa minggu depan." Rina bergegas keluar tanpa menoleh ke belakang. Namun, saat ia melewati lorong, ia mendengar suara langkah kaki lain di belakangnya. Saat menoleh, ia melihat bayangan Pak Darmawan berdiri di ujung lorong, menatapnya tanpa berkedip.
Ketika Rina sampai di pintu keluar, ia bertemu dengan seorang satpam. "Mbak, ngapain di dalam? Gedung ini sudah dikunci sejak pukul 6 tadi," kata satpam itu dengan nada bingung.
Rina pucat. "Tapi saya baru saja selesai kelas di ruangan 404!" jawabnya.
Satpam itu terdiam sejenak, lalu berkata dengan suara pelan, "Mbak, ruangan 404 sudah tidak dipakai sejak 10 tahun lalu. Dosen terakhir yang mengajar di sana... Pak Darmawan... sudah meninggal."
πΏLANJUT KE EPISODE 2 πΏ


No comments:
Post a Comment