π Latar:
Desa Lambaro, Aceh Besar — lima bulan setelah tsunami, 2005.
π§ Tokoh:
-
Rika, 18 tahun, relawan medis dari Medan.
-
Bu Yun, janda yang selamat tapi kehilangan seluruh keluarganya.
-
Rumah Tepi Pantai, tempat relawan menginap, dulunya bekas rumah kepala dusun.
π Awal Cerita
Rika tiba di Lambaro sebagai relawan medis. Banyak bangunan rata dengan tanah. Yang tersisa hanya beberapa rumah beton—sepi, basah, dan berlumut.
Ia ditempatkan di sebuah rumah besar yang dulunya rumah kepala dusun. Rumah itu tidak terlalu rusak, tapi orang lokal menolak tinggal di sana.
“Kalau malam, ada suara air naik. Tapi bukan air beneran,” kata Bu Yun dengan suara pelan.
π―️ Suara Malam
Pada malam ketiga, Rika terbangun pukul 2 dini hari. Ia mendengar suara:
"Tolong... aku di sini..."
Suaranya serak, seperti tenggelam. Lalu terdengar air menetes, meskipun di luar sedang kering.
Ia menyalakan senter, tapi tidak menemukan siapa pun. Di ruang tamu, lantai yang tadi kering sekarang basah seperti habis terkena ombak.
πΈ Foto yang Tertinggal
Keesokan harinya, Rika menemukan foto keluarga di bawah laci meja tua—lima orang, salah satunya anak kecil yang mengenakan baju merah cerah. Ia simpan foto itu di tasnya.
Namun setelah itu, setiap malam ia melihat bayangan anak kecil berlari di lorong rumah, meninggalkan jejak basah, dan kadang terdengar:
“Ibu… aku ketinggalan…”
π§³ Warga Takut Kembali
Rika bertanya ke Bu Yun soal rumah itu.
Bu Yun terdiam. Kemudian berbisik:
“Kepala dusun dan keluarganya... rumah itu yang terakhir mereka tempati. Istrinya sempat teriak minta tolong. Tapi air datang lebih cepat.”
“Kadang anaknya... masih cari ibunya. Yang pakai baju merah itu…”
Rika kaget. Itu persis foto yang ia temukan. Ia buka kembali tasnya. Foto itu sudah hilang. Yang tertinggal hanya bercak air asin.
π Malam Terakhir
Malam itu, suara ombak terdengar dari dalam rumah. Bukan dari luar.
Air mulai muncul dari celah lantai, seolah-olah rumah itu sedang ditelan laut. Bayangan hitam menari di dinding, dan suara tangisan menggema dari arah kamar mandi.
“Kami belum pulang... Tolong bantu kami pulang…”
Rika pingsan.
π Epilog
Paginya, warga menemukan Rika tergeletak dengan mata terbuka dan tangan menggenggam sesuatu: sebuah cangkang kerang, dan potongan foto sobek.
Ia dipindahkan ke penginapan lain. Rumah itu akhirnya diratakan, lalu dijadikan monumen kecil bertuliskan:


