π‘Ίπ™€π‘³π˜Όπ‘΄π˜Όπ‘» π‘«π˜Όπ‘»π˜Όπ‘΅π™‚ π˜Ώπ‘° π‘―π™Šπ‘Ήπ™Šπ‘Ήπ™”π‘Όπ™† π™π‘¨π™Žπ‘¨π™†π‘¨π™‰ π™Žπ‘¬π™‰π‘Ίπ˜Όπ‘Ίπ™„ π™ˆπ‘¬π™π‘°π™‰π‘«π™„π‘΅π™‚ π˜Ώπ‘¨π™‰ π™‰π‘¨π™ˆπ‘©π˜Όπ‘― π‘·π™€π‘΄π˜Όπ‘―π˜Όπ‘΄π˜Όπ‘΅ π‘²π˜Όπ‘³π™„π‘¨π™‰ π™π‘¬π™‰π‘»π˜Όπ‘΅π™‚ π™‡π‘¬π™‚π‘¬π™‰π‘«π˜Ό

Klik (x) untuk menutup
BONUS FREE 20 K HANYA DI PEDRO4D , 100 % DI JAMIN JACKPOT

Wednesday, December 25, 2024

Episode 3: Rahasia Gedung Arjuna

Ceritaseramdulu,Banten - Andi terbangun di ruang kesehatan kampus. Kepalanya masih berdenyut, dan tubuhnya terasa lemas. Ia mencoba mengingat apa yang terjadi di perpustakaan, tetapi bayangan sosok Pak Darmawan masih menghantui pikirannya. Temannya, Rina, duduk di sebelahnya dengan wajah cemas.

"Kamu kenapa, Ndi? Katanya penjaga perpustakaan nemuin kamu pingsan di lorong rak tua. Kamu ngapain di sana?" tanya Rina.

Andi ragu untuk bercerita. Tapi setelah melihat kesungguhan di mata Rina, ia memutuskan untuk membuka diri. Ia menceritakan tentang jurnal Pak Darmawan dan sosok yang muncul di lorong perpustakaan. Wajah Rina berubah pucat saat mendengar cerita itu.

"Jadi, kamu juga tahu soal Pak Darmawan?" tanya Andi.

Rina mengangguk. "Aku pernah dengar cerita dari kakak tingkat. Katanya, dulu Pak Darmawan adalah dosen senior di kampus ini. Tapi dia meninggal secara misterius setelah kecelakaan di ruang 404. Ada yang bilang dia terjatuh dari tangga, tapi beberapa orang percaya ada sesuatu yang lebih menyeramkan."

Andi semakin penasaran. "Apa maksudmu, sesuatu yang menyeramkan?"

Rina melanjutkan dengan suara pelan, seolah takut ada yang mendengar. "Ruang 404 itu sebenarnya bukan ruang biasa. Katanya, dulu itu adalah tempat seorang mahasiswa melakukan ritual aneh. Ada rumor kalau mahasiswa itu mencoba memanggil arwah untuk balas dendam setelah ia gagal lulus karena Pak Darmawan."

Andi merasa bulu kuduknya berdiri. "Dan apa yang terjadi dengan mahasiswa itu?"

"Dia menghilang," jawab Rina singkat. "Tidak ada yang tahu ke mana dia pergi. Tapi sejak saat itu, banyak kejadian aneh di ruang 404. Pak Darmawan adalah salah satu korbannya."

Malam harinya, Andi memutuskan untuk kembali ke Gedung Arjuna. Ia merasa harus menyelesaikan misteri ini sebelum menjadi semakin parah. Bersama Rina dan dua teman lainnya, Bima dan Sari, mereka menyelinap masuk ke gedung yang sudah kosong.

Saat mereka mendekati ruang 404, hawa dingin mulai terasa. Pintu ruang itu tampak sedikit terbuka, dan cahaya redup memancar dari dalam. Dengan hati-hati, Andi mendorong pintu tersebut. Ruangan itu kosong, tetapi di tengah-tengahnya ada lingkaran aneh yang tergambar di lantai, seperti simbol ritual.

Di dinding, mereka melihat tulisan besar berwarna merah: "Kamu tidak seharusnya ada di sini."

Tiba-tiba, pintu tertutup dengan keras, dan lampu ruangan mulai berkedip. Suara langkah kaki terdengar, semakin dekat. Sosok Pak Darmawan muncul di sudut ruangan, kali ini dengan wajah yang lebih menyeramkan. Matanya bersinar merah, dan tubuhnya terlihat seperti bayangan yang bergerak tidak wajar.

"Kalian semua sudah terlalu jauh," katanya dengan suara menggema.

Andi mencoba berbicara. "Kami hanya ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi! Kenapa Anda terus menghantui kampus ini?"

Pak Darmawan tertawa dingin. "Kalian tidak akan pernah mengerti. Ini bukan hanya tentang aku. Ini tentang apa yang kalian bangkitkan di tempat ini."

Tiba-tiba, lingkaran di lantai mulai bercahaya, dan suara bisikan terdengar dari segala arah. Rina menjerit, dan Bima mencoba membuka pintu, tetapi pintu itu tidak bergerak. Sosok-sosok bayangan mulai muncul di sekeliling mereka, mengintai dari kegelapan.

πŸ‘ΏLANJUT KE EPISODE 4πŸ‘Ώ

No comments:

Post a Comment

Mereka ada dimana-mana

Penghuni Belakang

  Andi baru saja pindah ke rumah kontrakan kecil di pinggiran kota. Rumah itu murah sekali, jauh lebih murah daripada harga pasaran. Pemili...