π‘Ίπ™€π‘³π˜Όπ‘΄π˜Όπ‘» π‘«π˜Όπ‘»π˜Όπ‘΅π™‚ π˜Ώπ‘° π‘―π™Šπ‘Ήπ™Šπ‘Ήπ™”π‘Όπ™† π™π‘¨π™Žπ‘¨π™†π‘¨π™‰ π™Žπ‘¬π™‰π‘Ίπ˜Όπ‘Ίπ™„ π™ˆπ‘¬π™π‘°π™‰π‘«π™„π‘΅π™‚ π˜Ώπ‘¨π™‰ π™‰π‘¨π™ˆπ‘©π˜Όπ‘― π‘·π™€π‘΄π˜Όπ‘―π˜Όπ‘΄π˜Όπ‘΅ π‘²π˜Όπ‘³π™„π‘¨π™‰ π™π‘¬π™‰π‘»π˜Όπ‘΅π™‚ π™‡π‘¬π™‚π‘¬π™‰π‘«π˜Ό

Klik (x) untuk menutup
BONUS FREE 20 K HANYA DI PEDRO4D , 100 % DI JAMIN JACKPOT

Wednesday, December 25, 2024

Bayangan di Kamar Kosong

Ceritaseramdulu,Banten - Di sebuah rumah besar yang sudah tua, tinggal seorang wanita muda bernama Maya. Rumah itu warisan keluarganya, dan ia tinggal di sana sendirian setelah orang tuanya meninggal. Salah satu kamar di rumah itu selalu terkunci. 

Ibunya dulu berkata, "Jangan pernah buka kamar itu, Maya. Itu untuk menjaga kita semua aman."

Maya tidak pernah berani bertanya lebih lanjut. Tapi suatu malam, rasa penasarannya mengalahkan rasa takutnya. 

Ia menemukan kunci kamar itu di laci meja ayahnya. Dengan hati-hati, ia membuka pintu yang berderit.

Kamar itu gelap dan berdebu, dengan cermin besar di salah satu dindingnya. Maya merasa aneh karena udara di dalam kamar itu lebih dingin daripada bagian rumah lainnya. Ia mendekati cermin dan melihat bayangannya sendiri, tetapi ada sesuatu yang tidak biasa. Bayangan itu tidak mengikuti gerakannya. Ketika Maya mengangkat tangan, bayangannya tetap diam.

Tiba-tiba, bayangan itu tersenyum. "Akhirnya kau membebaskanku," bisik bayangan itu, suaranya terdengar dari dalam kepala Maya. 

Ia mundur ketakutan, tetapi bayangan itu keluar dari cermin, menjadi sosok yang nyata. Wujudnya mirip Maya, tetapi dengan mata hitam pekat dan senyum mengerikan.

Sebelum Maya sempat berlari, sosok itu mencengkeramnya dan mendorongnya ke dalam cermin. Maya berteriak, tetapi tidak ada yang mendengar. Kini, Maya terjebak di sisi lain cermin, melihat sosok itu menjalani hidupnya di dunia nyata, sementara ia hanya bisa menatap dengan ketakutan dari balik kaca.

No comments:

Post a Comment

Mereka ada dimana-mana

Penghuni Belakang

  Andi baru saja pindah ke rumah kontrakan kecil di pinggiran kota. Rumah itu murah sekali, jauh lebih murah daripada harga pasaran. Pemili...