Di sebuah rumah tua yang terletak di pinggiran kota, Sarah tinggal sendirian setelah pindah dari kota besar untuk mencari ketenangan. Rumah itu cukup besar, dengan dinding-dinding yang sudah mulai mengelupas dan lantai kayu yang berderit setiap kali ada langkah. Namun, meskipun suasananya suram, Sarah merasa nyaman di sana, jauh dari hiruk-pikuk kehidupan kota.
Suatu malam, setelah seharian membersihkan rumah, Sarah memutuskan untuk beristirahat di ruang tamu. Di sudut ruangan, ada sebuah cermin besar yang sudah berdebu, terpasang di dinding yang tampaknya tidak pernah disentuh selama bertahun-tahun. Rasa penasaran membuat Sarah mendekati cermin itu, menghapus debu yang menempel di permukaannya.
Ketika cermin itu bersih, ia melihat refleksinya dengan jelas—seorang wanita dengan rambut panjang yang tergerai, mengenakan gaun malam berwarna hitam. Namun, ada sesuatu yang aneh. Dalam refleksinya, Sarah melihat dirinya tersenyum lebar, meskipun ia tidak merasa senang sama sekali.
Rasa tidak nyaman mulai merayap di dalam dirinya. Ia memalingkan wajahnya sejenak, berharap itu hanya imajinasinya. Tetapi saat ia menoleh kembali ke cermin, senyum itu masih ada, lebih lebar dari sebelumnya, dan matanya kini tampak kosong, seperti dua lubang hitam yang dalam.
Sarah mundur dengan cepat, terkejut. Namun, refleksi dalam cermin itu bergerak lebih cepat dari dirinya. Bayangan itu melangkah keluar dari cermin, mendekati Sarah dengan langkah yang aneh, tidak manusiawi.
"Siapa... siapa kamu?" Sarah berteriak, namun tidak ada suara yang keluar dari mulutnya.
Bayangan itu berhenti tepat di depan Sarah, dan meskipun ia tidak bisa bergerak, ia bisa merasakan hawa dingin yang sangat menusuk dari sosok itu. Perlahan, bayangan itu mengangkat tangan, menunjuk ke arah Sarah, dan sebuah suara serak terdengar di telinganya.
"Kamu tidak seharusnya membersihkan cermin itu."
Tiba-tiba, cermin itu kembali memantulkan bayangan Sarah yang asli, namun kini tampak pucat dan ketakutan. Sosok di hadapannya menghilang begitu saja, meninggalkan udara yang terasa berat dan penuh ketegangan.
Sarah tidak tahu berapa lama ia berdiri di sana, gemetar ketakutan. Namun, satu hal yang pasti—setelah malam itu, cermin itu tidak pernah lagi memantulkan bayangannya dengan benar. Sosok itu selalu ada di sana, menunggu saat yang tepat untuk keluar lagi.

No comments:
Post a Comment