π‘Ίπ™€π‘³π˜Όπ‘΄π˜Όπ‘» π‘«π˜Όπ‘»π˜Όπ‘΅π™‚ π˜Ώπ‘° π‘―π™Šπ‘Ήπ™Šπ‘Ήπ™”π‘Όπ™† π™π‘¨π™Žπ‘¨π™†π‘¨π™‰ π™Žπ‘¬π™‰π‘Ίπ˜Όπ‘Ίπ™„ π™ˆπ‘¬π™π‘°π™‰π‘«π™„π‘΅π™‚ π˜Ώπ‘¨π™‰ π™‰π‘¨π™ˆπ‘©π˜Όπ‘― π‘·π™€π‘΄π˜Όπ‘―π˜Όπ‘΄π˜Όπ‘΅ π‘²π˜Όπ‘³π™„π‘¨π™‰ π™π‘¬π™‰π‘»π˜Όπ‘΅π™‚ π™‡π‘¬π™‚π‘¬π™‰π‘«π˜Ό

Klik (x) untuk menutup
BONUS FREE 20 K HANYA DI PEDRO4D , 100 % DI JAMIN JACKPOT

Wednesday, December 25, 2024

Episode 5: Bayangan di Balik Kegelapan

Ceritaseramdulu,Banten - Setelah berhasil menghentikan ritual di Ruang 404, Raka dan Ayu merasa lega sejenak. Namun, perasaan tidak nyaman tetap menghantui mereka. 

Ayu menunjukkan buku ritual yang ia temukan di perpustakaan. Halaman-halamannya dipenuhi dengan tulisan tangan yang aneh, simbol-simbol, dan ilustrasi menyeramkan. Salah satu halaman mencantumkan sebuah peringatan:

"Jangan pernah menghancurkan lingkaran terakhir. Mereka yang mencoba akan memanggil sesuatu yang tidak bisa dihentikan."

"Apa maksudnya ini?" tanya Raka, menatap Ayu dengan bingung.

Ayu menggeleng. "Aku tidak tahu, tapi ini jelas belum selesai. Ritual ini sepertinya terhubung dengan sesuatu yang lebih besar."

Tiba-tiba, lampu di lorong kampus mulai berkedip, dan suhu udara kembali turun drastis. Dari ujung lorong, terdengar suara langkah kaki. Perlahan, sosok-sosok mulai muncul dari kegelapan—bukan hanya satu, tapi banyak. Mereka adalah bayangan-bayangan kabur dengan mata merah menyala, sama seperti dosen yang mereka temui sebelumnya.

"Raka... mereka datang!" seru Ayu, menggenggam erat buku ritual itu.

"Ke mana kita harus pergi?!" Raka panik, tetapi Ayu menarik tangannya dan mulai berlari.

Mereka berdua berlari melewati lorong-lorong gelap kampus, menuju ruang arsip yang berada di lantai bawah tanah. Ayu yakin ada sesuatu di sana yang bisa membantu mereka menghentikan kutukan ini. Namun, suara langkah kaki dan bisikan-bisikan terus mengejar mereka, semakin mendekat.

Ketika mereka tiba di ruang arsip, pintu kayu tua itu berderit saat dibuka. Di dalamnya, ruangan itu dipenuhi rak-rak berdebu dengan tumpukan dokumen dan buku-buku tua. Ayu segera mencari-cari sesuatu, sementara Raka berusaha menahan pintu agar bayangan-bayangan itu tidak masuk.

"Apa ang kamu cari?!" teriak Raka, yang mulai kehabisan tenaga.

"Buku ini bilang ada kunci untuk menghentikan semua ini!" jawab Ayu sambil membuka laci-laci dan memeriksa rak-rak.

Akhirnya, Ayu menemukan sebuah kotak kayu kecil yang terkunci. Di atasnya terdapat simbol yang sama seperti di lingkaran ritual. Ayu membuka kotak itu dengan paksa dan menemukan sebuah medali perak tua dengan ukiran rumit.

"Ini dia!" seru Ayu. "Kita harus menghancurkan ini untuk memutus kutukan!"

Namun, sebelum mereka sempat melakukan apa-apa, pintu ruang arsip terbuka dengan paksa. Bayangan-bayangan itu masuk, memenuhi ruangan dengan aura gelap yang menyesakkan. Salah satu bayangan melangkah maju, menampakkan sosok dosen yang sama seperti sebelumnya, tetapi kali ini lebih menyeramkan.

"Kalian tidak akan bisa menghentikan ini," katanya dengan suara yang bergema. "Kalian sudah terlalu jauh masuk ke dalam rahasia yang seharusnya terkubur."

Ayu memegang medali itu erat-erat, sementara Raka berdiri di depannya, mencoba melindunginya. "Apa yang harus kita lakukan sekarang?" bisik Raka.

Ayu menatap medali itu dan menyadari ada tulisan kecil di sisinya: "Dibakar untuk memutuskan ikatan."

"Aku tahu caranya!" Ayu menarik korek api dari sakunya dan menyulutnya. Namun, bayangan-bayangan itu mulai menyerang, membuat waktu mereka semakin sempit.

πŸ‘ΏLANJUT KE EPISODE 6πŸ‘Ώ

No comments:

Post a Comment

Mereka ada dimana-mana

Penghuni Belakang

  Andi baru saja pindah ke rumah kontrakan kecil di pinggiran kota. Rumah itu murah sekali, jauh lebih murah daripada harga pasaran. Pemili...